BAZNAS Makassar bekerjasama Lembaga Dakwah Forum Muballigh- Darud Da’wah Wal Irsyad (LDFM-DDI) Kota Makassar menggelar penyegaran dai zakat.
Amat sangat memiliki peran. Malah, amat sangat bermanfaat bagi lahirnya pemimpin ummat di masa datang.Pernyataan senada dikemukakan Majelis Syuyukh Pengurus Besar Darud Da’wah Wal-Irsyad (PB-DDI) AG. KH.Amrullah Husain. Ia menambahkan, para Mubaligh DDI dapat memanfaatkan kolaborasi dengan BAZNAS Makassar ini dengan baik.Hadir memberikan materi pada Refreshing Da’i Zakat itu masing masing Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (H.Jurlan Em Saho’as) dan Wakil Ketua III Bidang Pelaporan dan Keuangan (Waspada Santing). Kedua pemateri itu dipandu Kepala bagian (Kabag) I Bidang Pengumpulan BAZNAS Makassar, Astin Setiawan. “Refreshing Da’i Zakat diselingi dengan tanya jawab yang berjalan santia,” tutur Astin Setiawan didampingi staff pelaksana Syafaruddin Al-Aidid, Asrijal Syahruddin, Ahmad Kamsir, Darmawaty, Mawaddah Warahma, Muh.Irfan, dan Syarifuddin Pattisahusiwa. Astin menambahkan, di sela sela Refreshing—penyegaran Da’i Zakat, baik BAZNAS Makassar, maupun Lembaga Dakwah Forum Muballigh- Darud Da’wah Wal Irsyad (LDFM-DDI) Kota Makassar menandatangani Memorendum of Anderstanding (MoU), atau nota kesepahaman.Penandatangan MoU masing masing oleh Ketua BAZNAS Makassar diwakili Plh Ahmad Taslim dan Majelis Syuyukh Pengurus Besar Darud Da’wah Wal-Irsyad (PB-DDI) AG. KH. Amrullah Husain. Poin-poin penting dalam MoU di antaranya menyangkut pengumpulan zakat. (din pattisahusiwa—tim media baznas kota makassar)
Baca juga