Aplikasi Sirekap untuk Pemilu 2024

Maksudnya, aakah hasil bacaan mesin sama dengan hasil bacaan mata petugas KPPS.

Contohnya, apakah angka satu terbaca angka satu dan seterusnya. 

Kalau angka itu tak terbaca sama, maka petugas KPPS punya fungsi untuk melakukan revisi terhadap apa yang ada di gambar, dengan apa yang harus dia perbarui.

Selain itu, ada pula aplikasi Sirekap web. Aplikasi ini akan digunakan pada setiap jenjang di atas TPS. 

Cara kerjanya, formulir hasil rekapitulasi di tingkat kecamatan, misalnya, akan diunggah pula ke Sirekap melalui Sirekap web. 

Begitu juga hasil rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. 

Data yang dapat dilihat publik di aplikasi Sirekap nantinya, bukan lagi data berupa foto mentah formulir sebagaimana di aplikasi Situng dulu, melainkan data numerik. 

Bentuknya langsung diagram, langsung publikasi dalam bentuk yang bisa diakses masyarakat. Tidak dalam bentuk angka-angka.

KPU yakin, penggunaan Sirekap akan lebih menguntungkan bagi publik maupun peserta pemilu, terutama dari segi transparansi. 

Sebab, data yang diunggah merupakan data pertama di tingkat TPS. 

KPU akan mengupayakan unggahan Sirekap ini real-time. 

"Karena dia memotret langsung dari yang ada di TPS, yang dipotret adalah C Plano. C Plano ini kan disaksikan oleh masyarakat ke semuanya," jelas Betty. 

"Yang paling transparan ketika dilakukan penghitungan suara di TPS, ketika dipotret semua orang bisa potret, termasuk hasilnya di TPS bisa langsung masuk ke server KPU," katanya. (*)



Baca juga