LITERASI-ONLINE.COM, GOWA - Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gowa menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Gowa, baru-baru ini.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terdapat diskusi panel dengan pembicara utama Ketua Dewan Pakar MEBP PDM Kabupaten Gowa, Prof Dr H Abdul Rahman Rahim, SE, MM.Diskusi tersebut melibatkan narasumber lain, antara lain Ketua Komis VIII DPR RI, Dr H Ashabul Kahfi, Kepala Bappeda Gowa, Kadis Koperasi dan UMKM Gowa, serta Kadis Pertanian Gowa. Fokus diskusi adalah tema "Penguatan Ekonomi di Sektor Rill."Prof Rahman Rahim menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Sulsel pada triwulan I tahun 2023 mencapai 5,29 persen, melebihi pertumbuhan nasional 5,05 persen, dengan Kabupaten Gowa sendiri mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,03 persen. Data ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gowa stabil. Pada sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka kemiskinan di Kabupaten Gowa mencapai 7,54 persen, dampak dari pandemi COVID-19. Namun berhasil pulih pada tahun 2022 dengan penurunan angka kemiskinan 7,36 persen.Prof Rahman juga mengemukakan bahwa estimasi penduduk miskin ekstrim berdasarkan prosentase mencapai 1,32 persen sementara pada periode 2022 turun 1,15 persen. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gowa, Taufik Mursad menambahkan bahwa data terbaru menunjukkan 4.158 orang masuk kriteria miskin ekstrim pada Oktober 2023.Sementara tingkat pengangguran mencapai 3,43 persen.Dikatakan, meski pertumbuhan ekonomi tinggi, terdapat ketimpangan yang perlu diatasi, khususnya terkait angka kemiskinan dan pengangguran. Diketahui, lima sektor utama yang diandalkan untuk mengembangkan sektor ekonomi rill adalah UMKM, Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Pertambangan. "Sektor ini diharapkan mampu mempercepat lapangan kerja, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan pemerataan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gowa," ujar Taufik. (*)