Kartu kebaikan Putri Dakka
Karena itu, Putri Dakka yang terkenal dengan slogan agenda kebaikan ini, mengajak masyarakat berlomba-lomba mencari kebaikan di dunia, tapi tidak melupakan kehidupan masa depan. “Karena kehidupan adalah sementara dan kematian adalah sebuah kepastian, maka apakah kita mau menjadi manusia yang benar atau menjadi manusia yang tidak bisa bermanfaat untuk manusia lain," kata Putri mengingatkan. Karena itu, tambah Putri, untuk menjadi pemimpin, harus betul-betul dipertimbangkan secara matang.“Lalu Putri ditanya, apakah kau mau jadi bupati atau walikota, Putri menolak keras. Padahal, jika kita jadi bupati atau walikota, kita enak tidur di fasilitas yang nyaman, tidur di kasur yang empuk atau berkendara dengan fasilitas pemerintah yang mewah," katanya."Tetapi ada rakyat kita yang tidur dalam keadaan perut kosong kelaparan, maka dosanya ditanggung seorang pemimpin,” paparnya.Pada momen sosialisasi ini, Putri juga menyampaikan mengapa lebih memilih menjadi Caleg DPR RI daripada maju pemilihan bupati atau walikota.Pertimbangannya bukan hanya beratnya tanggung jawab sebagai pemimpin (bupati/walikota), tapi kemampuannya memberi kemaslahatan bagi orang banyak.Putri yakin, jika menjadi anggota DPR RI, maka dia bisa membawa kemaslahatan bagi banyak orang. Sebab, seorang anggota DPR bisa membuat regulasi yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat yang sangat luas. Selain itu, setiap anggota DPR dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya yang terdiri atas beberapa kabupaten/kota. "Setiap anggota dewan punya yang namanya dana aspirasi yang akan dikembalikan ke dapil dimana ia meraih kemenangan dalam bentuk pekerjaan," jelas Putri Dakka.“Misalnya pupuk gratis, bedah rumah warga, menghidupkan UMKM itu banyak sekali manfaatnya sebagai anggota DPR. Entah kita memberi alat dan mesin pertanian yang dianggarkan melalui dana aspirasi,” tutupnya. (*)
Baca juga