Tentara Israel di jalus Gaza, Palestina.
LITERASI-ONLINE.COM, ISRAEL - Akhir pekan ini menjadi hari-hari paling berdarah bagi tentara Israel yang bertempur melawan pejuang Hamas di Gaza, Palestina.
Puluhan anggota IDF atau tentara Israel, tewas dalam pertempuran darat sengit melawan pasukan Hamas. Dilansir dari Messenger, puluhan tentara Israel tewas dalam peperangan sengit di Gaza pada Jumat (22/12) dan Sabtu (23/12/2023). Puluhan tentara Israel yang tewas ini menambah panjang daftar anggota IDF yang tewas sejak berlangsungnya serangan darat militer Israel ke Gaza pada akhir Oktober 2023 lalu.Situasi ini sekaligus mengonfirmasi masih kerasnya perlawanan Hamas, meski militer Israel sudah melancarkan serangan udara dan darat secara brutal ke Gaza. Tewasnya puluhan tentara Israel itu dalam sepekan ini dibenarkan oleh otoritas militer Israel. Makin banyaknya tentara IDF yang tewas membuat warga Israel mulai kesal pada Perdana Menteri (PM) Israel, Benyamin Netanyahu, yang terus meminta militer Israel menggempur Gaza. Selain mendapat perlawanan sengit dari pejuang Hamas, Israel juga menghadapi meningkatnya tekanan dunia internasional.Tekanan dunia internasional makin menguat, sebab serangan militer Israel lebih banyak menyasar warga sipil, terutama anak-anak. Topik Sensitif Kematian tentara IDF merupakan topik yang sangat sensitif dan emosional di Israel, negara yang mewajibkan wajib militer bagi sebagian besar orang Yahudi.Nama-nama tentara Israel yang tewas di Gaza diumumkan di bagian atas siaran berita setiap jam.Bertambahnya tentara Israel yang tewas setiap saat membuat masyarakat mulai antipati pada kepemimpinan PM Benyamin Netanyahu.
Baca juga