Sebelum beraksi di kampus, oknum mahasiwa ini diduga menembak seorang pria dan putrinya di sebuah wilayah di luar Kota Praha. Setelah itu, oknum mahasiswa ini masuk kampus dan melakukan aksi mengerikan. Polisi menambahkan, pelaku sebelumnya tidak memiliki catatan kriminal dan dia bertindak sendirian. Dalam keterangan terpisah, Menteri Dalam Negeri Ceko, Vit Rakusan mengatakan, penembakan itu tidak ada hubungannya dengan terorisme internasional. Salah seorang saksi mata, Ivo Havranek (43) menceritakan, awalnya mendengar beberapa ledakan. Tidak lama berselang, dosen dan mahasiswa berlarian keluar gedung. Karena panik, Ivo Havranek yang belum tahu apa yang sesungguhnya terjadi, ikut berlari menjauh dari lokasi letusan senjata api. Ia menambahkan, sempat melihat polisi membawa senapan otomatis yang meminta orang-orang yang panik untuk berlari sejauh mungkin. "Melihat polisi membawa senapan otomatis, saya yakin terjadi sesuatu yang sangat serius," ungkapnya. Selama ini, kejahatan bersenjata api dengan jumlah korban yang banyak, jarang terjadi di Republik Ceko. Kejadian terakhir pada Desember 2019, ketika seorang pria bersenjata api membunuh enam orang di ruang tunggu rumah sakit di Kota Ostrava, bagian timur Republik Ceko.Sebelumnya, tahun 2015, seorang pria menembak mati delapan orang di sebuah restoran di Uhersky Brod. (*)