LITERASI-ONLINE.COM, BOLIVIA - Pemerintah Bolivia memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel.
Sikap tegas Bolivia ini sebagai bentuk protes atas serangan brutal Israel ke Jalur Gaza yang menewaskan ribuan orang, termasuk anak-anak. "Pemerintah (Bolivia) telah menetapkan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Negara Israel, sebagai penolakan dan kecaman atas serangan militer Israel yang agresif dan tidak proporsional di Jalur Gaza," ungkap Wakil Menteri Luar Negeri Bolivia Freddy Mamani dalam sebuah konferensi pers, Selasa (1/11/2023). Menteri Kepresidenan Bolivia Maria Nela Prada menambahkan, negaranya sudah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza yang digempur Israel sejak awal Oktober 2023."Kami menuntut diakhirinya serangan di Jalur Gaza yang menyebabkan ribuan kematian warga sipil dan pengungsian paksa warga Palestina," tegas Maria Nela pada konferensi pers yang sama, seperti diberitakan AFP. Bolivia yang dipimpin Presiden Luis Arce merupakan negara pertama di Amerika Latin yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel, sejak perang Hamas lawan Israel pecah pada awal Oktober 2023. Sebelumnya, Bolivia juga pernah memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel karena tindakan agresif Israel ke warga Palestina.Negara Amerika Latin lainnya, Kolombia bahkan sudah "mengusir" duta besar Israel untuk meninggalkan negara itu. Sedangkan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, mendesak diberlakukannya gencatan senjata. Menurut Luiz Inacio, serangan Hamas terhadap Israel tidak dapat dijadikan alasan untuk membunuh jutaan orang tak berdosa di Gaza. "Hanya karena Hamas melakukan serangan teroris kepada Israel, bukan berarti Israel bisa membunuh jutaan orang tak berdosa," tegasnya. (*)