Menurut Menteri Dalam Negeri Perancis Gerald Darmanin, total polisi menangkap 270 orang karena kerusuhan ini. Sebagian besar ditangkap di Kota Marseille. Presiden Perancis Emmanuel Macron mempersingkat keikutsertaannya dari KTT Uni Eropa.
Pemicu Kerusuhan Kerusuhan yang semakin meluas di Perancis bermula dari tindakan polisi yang menembak mati Nahel M di Nanterre, kota kelas pekerja di pinggiran barat Kota Paris, Perancis pada Selasa (27/6/2023) malam. Kejadiannya pada jam sibuk, di mana arus lalu lintas sedang ramai. Saat itu, korban yang mengendarai Mercedes AMG masuk di jalur bus. Dua oknum polisi lalu mengejar mobil itu di tengah situasi jalan yang sedang ramai dan padat kendaraan.Seorang petugas kepolisian kemudian melepaskan tembakan dari jarak dekat melalui jendela pengemudi. Akibatnya sangat fatal, pengendara mobil yang masih berumur 17 tahun tewas dengan luka tembakan di lengan kiri dan dada.Jaksa penuntut umum Nanterre, Pascal Prache, yang menangani kasus ini mengakui, oknum polisi ini melepaskan tembakan mematikan. Sedangkan polisi yang melakukan penembakan berdalih, berusaha menghentikan mobil untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang membahayakan keselamatan banyak orang. Menurutnya, remaja ini melakukan beberapa pelanggaran lalu lintas sehingga polisi berusaha bertindak. (*)