Mendikbudristek, Nadiem Makarim.

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Universitas Terbuka (UT) diakui sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang secara penuh menyelenggarakan pendidikan melalui pembelajaran jarak jauh. 

Dalam konferensi pers yang disampaikan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI, Nadien Makarim, memuji UT atas transformasinya yang pesat dalam 10 tahun terakhir, memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memberikan pendidikan jarak jauh secara daring (online).

"UT telah memberikan akses pendidikan tinggi kepada seluruh masyarakat Indonesia dari kota hingga pelosok tanah air, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar yang belum terjangkau oleh kampus-kampus lain," ujar Nadien dengan bangga.

Tidak hanya itu, UT juga memberikan layanan pendidikan kepada warga negara Indonesia di 42 negara, termasuk Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Hongkong, Arab Saudi, dan Taiwan.

Dikatakan dalam perjalanan 39 tahunnya, UT telah menghasilkan 1,7 juta lulusan, sebuah prestasi yang sulit ditandingi oleh perguruan tinggi manapun di Indonesia, bahkan di dunia.

Nadien Makarim mengungkapkan apresiasinya terhadap UT atas upaya menjaga mutu pendidikan melalui akreditasi di dalam negeri serta partisipasi aktif dalam penjaminan mutu pendidikan jarak jauh yang diakui secara internasional. 

UT telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu kiblat penjaminan mutu pendidikan jarak jauh di dunia.

Sementara itu, Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE, MM, menyoroti peran UT dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) dalam bidang pendidikan tinggi. 

Baca: Pemerintah Sudah Tetapkan Data Kebutuhan CPNS dan PPPK 2023, Kuota Terbanyak Guru, Lihat Rinciannya

Mantan Rektor Unismuh Makassar ini menjelaskan bahwa UT memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk belajar di perguruan tinggi, tanpa harus meninggalkan tempat tinggal atau pekerjaan mereka.

UT telah melaksanakan pendidikan dengan kualitas terjamin melalui sistem pembelajaran jarak jauh menggunakan media pembelajaran sebagai penghubung antara dosen dan mahasiswa.


Baca juga