Ribuan jamaah melaksanakan slat Idul Adha 1444 Hijriah di pelataran kampus Unismuh Makassar, Rabu 28 Juni 2023.

*Unismuh Potong Hewan Kurban 16 Ekor Sapi dan 5 Ekor Kambing

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Ribuan jamaah memadati pelataran Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengikuti  salat Idul Adha 1444 Hijriah secara khidmat, Rabu, 28 Juni 2023. 

Sejak pukul 06.00 pagi WITA, jamaah dari berbagai penjuru kota sudah mulai berdatangan secara tertib memasuki area kampus untuk mengambil shaf.

Jemaah yang terlambat tiba di lokasi untuk bisa masuk area lokasi salat, harus memarkir kendaraannya di sepanjang Jalan Sultan Alauddin dan Jalan Talasalapang, setelah itu berjalan kaki menuju tempat salat.

Pelaksanaan salat Idul Adha berjalan aman, lancar dan terkendali. Hal ini tidak lepas dari kesiapan panitia dan bantuan puluhan pengamanan dari pihak kepolisian dan TNI serta dari pihak security kampus.

Tampak hadir salat Idul Adha, Wakil Rektor II Unismuh, Prof Dr H Andi Sukri Syamsuri, sejumlah pejabat tingkat fakultas, prodi dan para kepala bagian lingkup Unismuh. 

Hadir juga Prof Sakir Sabara mantan Dekan Fakultas Teknik UMI, Dekan Teknik Unhas, Anggota DPRD Sulsel, Usman Lonta dan sejumlah guru besar lingkup Unismuh.

Dalam kesempatan ini, khutbah Idul Adha disampaikan oleh Prof. Ambo Asse, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel yang juga Rektor Unismuh Makassar.

Dalam khutbahnya, Prof. Ambo Asse menyampaikan pesan tentang pentingnya kurban sebagai ibadah sunnah muakkad, yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu melakukannya. 

Ia mengingatkan bahwa hewan yang disembelih sebagai kurban, seperti sapi, kambing, atau domba, tidak dapat digantikan dengan bentuk ibadah lainnya, meskipun dengan nilai yang lebih tinggi. 

Kurban memiliki makna mendalam dan nilai spiritual yang kuat bagi umat Islam.

Prof. Ambo Asse juga mengutip hadis Rasulullah yang menyatakan kepada putrinya, Fatimah, bahwa hadir dan menyaksikan kurban akan memberikan pengampunan atas dosa yang dilakukan pada saat permulaan tetesan darah hewan kurban. 

Khutbah tersebut mengingatkan jamaah tentang pentingnya kesadaran akan penebusan dosa melalui ibadah kurban.

Prof. Ambo Asse juga menekankan hikmah dari ibadah kurban. 

Ibadah kurban merupakan pengingat sejarah Idul Adha yang dialami oleh Nabi Ibrahim AS dan merupakan bentuk kemudahan yang diberikan oleh Allah SWT dalam menyambut hari raya Idul Adha. 


Baca juga