Online resiliensi bagaimana individu mampu bertahan dalam menghadapi situasi yang sulit, berbahaya dan berisiko dalam dunia online. Generasi net perlu disadarkan bahwa tetap merasa nyaman walaupun ia tidak update dengan status teman-teman di media sosial.Tidak mesti harus berada di semua tempat mengikuti trend dan tetap merasa bahagia tanpa terhubung dengan dunia maya dan media sosial. Sedangkan dr. Irwan Ashari dari Pemuda ICMI Sulsel menguraikan Kecendekiawanan dan Kemandirian Pemuda dalam Menjemput Bonus Demografi. Pemuda harus menjadi motor penggerak perubahan, agar Indonesia dapat memetik hasil maksimal dari bonus demografi. Kunci perubahan berada pada penguatan Iptek melalui literasi. Terutama pada kondisi saat ini pemuda harus memperkuat literasi finansial hingga mampu menciptakan peluang wirausaha dan mampu menjadi pemuda mandiri. Kemudian literasi digital sehingga pemuda mampu menciptakan peluang untuk pengembangan dirinya. Dengan membuka usaha (menjadi wirausahawan), pemuda tidak hanya dapat bertahan dalam menghadapi bonus demografi tersebut, tetapi juga memenangkannya. Peningkatan keterampilan dan pendidikan bagi pemuda mutlak harus dilakukan karena berkaitan dengan peningkatan pemberdayaan diri melalui peningkatan pengetahuan. Skill dan kompetensi harus ditingkatkan pada dua sisi secara seimbang, yaitu antara hard skill dan soft skill.Sinergi Koalisi Kependudukan Indonesia dan Pemuda ICMI Sulsel memberi perhatian lebih pada isu spesifik kepemudaan. Program kepemudaan berorientasi pada penguatan literasi bagi pemuda, menjaga dan meningkatkan kesehatan mental pemuda hingga pada mendorong kemandirian bagi pemuda. (*)