Rektor UT Prof Odjat Darojat.

Teknologi digital memungkinkan sivitas akademika untuk terhubung dengan komunitas internasional, meningkatkan wawasan, dan memperkuat aktivitas riset.

Webinar ini juga menjadi ajang kolaborasi antara berbagai perguruan tinggi di ASEAN untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di kawasan ini. UPI, UNP, UI, Unair, ITB, UT, Unhas, IPB, dan UGM adalah beberapa perguruan tinggi yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, menggarisbawahi pentingnya kerjasama dalam menghadapi tantangan transformasi digital.

ASEAN Higher Education Conference 2023 terus berkomitmen untuk mendorong inovasi dan adaptasi di bidang pendidikan tinggi di ASEAN. 

Webinar ini hanya merupakan awal dari serangkaian kegiatan menarik yang akan diadakan dalam rangkaian Communique Webinar Series. 

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi di ASEAN untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di kawasan ini.

Dalam webinar selanjutnya, akan ada host perguruan tinggi lain yang turut berpartisipasi, seperti UPI, UNP, UI, Unair, ITB, UT, Unhas, IPB, dan UGM. 

Mereka akan mengambil peran sebagai pembicara dalam webinar tersebut, membahas berbagai topik menarik terkait transformasi digital dan inovasi dalam pendidikan tinggi.

Partisipasi perguruan tinggi tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan baru, pemikiran kritis, dan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan transformasi digital. 

Kolaborasi antara perguruan tinggi ini diharapkan akan memperkuat sinergi dan saling mendukung untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di ASEAN.

Tidak hanya itu, rangkaian Communique Webinar Series juga akan menjadi platform bagi para peserta untuk menjalin koneksi dan kolaborasi dengan komunitas internasional. 

Melalui teknologi digital, dosen dan mahasiswa dapat berkomunikasi dan berkolaborasi dengan peneliti serupa di seluruh dunia, memperluas jaringan, dan memperkuat kegiatan riset yang dilakukan. (*)



Baca juga