Sementara itu, Ketua Umum Forum Nasional Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional, Bachtiar Adnan Kusuma, sepakat masjid menjadi basis penguatan Indeks Kemajuan Literasi. Bachtiar Adnan Kusuma yang juga tokoh perbukuan nasional dan mentor utama Gerakan Satu Masjid Satu Buku IKA BKPRMI dan Perpustakaan Nasional ini, menekankan bagaimana menggagas Gerakan Literasi Berbasis Masjid dengan menjadikan masyarakat masjid membaca sebagai sebuah kebutuhan pokok. BAK menggambarkan bagaimana kemajuan suatu bangsa yang besar karena membaca. Misalnya katanya, Singapura bangsa yang jumlah penduduknya sangat kecil, namun bisa menjadi bangsa yang besar karena masyarakatnya menjadikan membaca sebagai kebutuhan hidupnya. Demikian pula Malaysia di masa kepemimpinan Perdana Menteri Mahathir Muhammad, telah berhasil mendirikan peradaban dunia dengan membangun artefak sejarah monumental dengan hadirnya gedung kembar dan pabrik mobil troton. Karena itu, BAK menegaskan pentingnya kolaborasi antar jamaah masjid dalam meningkatkan tumbuhnya ekosistem literasi produktif, sehat di masyarakat masjid. BAK menguraikan dengan jumlah 800.000 masjid di Indonesia, termasuk Provinsi Sulsel memiliki 14.400 masjid dan Kabupaten Maros 715 masjid, kalau terus menerus digerakkan kesadaran kolosal jamaah untuk menulis buku satu masjid, akan mengobati kurangnya akses buku-buku bermutu di Indonesia. "Gerakan Satu Masjid, Satu Buku dimulai dengan menyusun dan membuat jadual membaca buku setiap hari di perpustakaan masjid,” kunci BAK. (*)