TP2DD Sulsel Studi Banding implementasi transaksi dan pemungutan retribusi daerah di Pasar Beringharjo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 7 Juni 2023 dipimpin Wakil Ketua Harian TP2DD Prov. Sulsel, Dr. H. Tautoto, TR., M.Si
Pembayaran secara non tunai dapat dilakukan dengan menggunakan teller bank, Qris, Gopay, Ovo, Dana, dan Shoope Pay.Pemakaian kios, los, dan pelataran pasar retribusinya dipungut berdasarkan tarif per hari dengan memperhitungkan luas pemakaian. Namun pembayarannya dapat dilakukan perbulan atau pertahun. Bagi yang membayar di depan, pengelola memberikan reward. Sewa kios termahal adalah kios kelas A sebesar Rp 2.200 per hari dan termurah adalah sewa pelataran Rp 100 per hari. Saat ini ada sekitar 5000 pedagang di Pasar Beringharjo.Tarif tersebut memang sangat murah, jika dibandingkan dengan fasilitas yang disediakan. Pendapatan dari pengeloaan pasar sekitar Rp21 M lebih, sedangkan biaya operasional pasar mencapai Rp44 M lebih. Namun, tujuan utama yang diingin dicapai oleh pemda adalah menyediakan fasilitas yang layak bagi masyarakat yang ingin berusaha, yang pada akhirnya akan menimbulkan multiplayer effect peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.Dinas Perdagangan (Disdag) Jogja menargetkan sebanyak-banyaknya pedagang di pasar rakyat yang menggunakan transaksi nontunai melalui QRIS untuk mempercepat digitalisasi pasar di Yogyakarta.Gunawan menjelaskan digitalisasi pasar dilakukan untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat dari mal dan toko ritel lainnya. Saat ini sebagian besar pasar rakyat di Yogyakarta telah melayani transaksi digital, jelasnya.Kepala Bapenda Sinjai Asdar Amal Darmawan dan Kepala Bapenda Sidrap Muh Yusuf DM sepakat akan membawa hasil kunjungan ini untuk menjadi bahan penyusunan kebijakan transaksi digital di pemkab masing-masing.“Ada banyak masukan yang bisa kita modifikasi dan terapkan di tempat kami,” kata Asdar.(*)
Baca juga