Wiljan Pluim menambahkan, sudah membela beberapa klub, namun tidak merasakan kebersamaan dan dedikasi yang luar biasa seperti di PSM. "Di sini (PSM), semuanya bekerja keras. Mulai pemain, staf pelatih, dan suporter," katanya.Ia mencontohkan, musim lalu PSM hampir degradasi karena kerasnya persaingan.Namun, PSM mampu bangkit di akhir musim dan tetap bertahan di Liga 1 setelah finis di peringkat ke-14 klasemen akhir. Tim tetangga PSM, Persipura Jayapura yang akhirnya degradasi. Musim ini pun persiapan dan perjalanan PSM tidak kalah sulitnya. Ketika tim lain jor-joran beli pemain bintang, PSM memilih memaksimalkan pemain-pemain muda.Karena tidak punya kandang di Kota Makassar, PSM harus bertanding di kota lain. Hingga akhirnya bisa home base di Stadion Gelora BJ Habibie, Kota Parepare.Situasi ini justru membuat mental pemain-pemain PSM tangguh dan selalu garang di lapangan. Mengenai kemungkinan pindah klub musim depan, Pluim yang menjadi otak serangan PSM di lini tengah, memilih bercanda. Wiljan Pluim dengan nada canda mengatakan, hanya tertarik pindah dari PSM jika tawaran datang dari klub raksasa Spanyol, Barcelona Kontrak Wiljan Pluim di PSM akan berakhir tahun 2024. Jika kontraknya berakhir, Wiljan Pluim berencana kembali ke Belanda dan berkumpul dengan sang istri. Tapi, rencananya balik ke Negeri Kincir Angin tentu masih bisa berubah. Pluim masih membuka opsi bertahan di PSM, jika ada tawaran kontrak baru. "Saya akan pikirkan dan pertimbangkan," katanya. (*)