Anggota PWM Sulsel memberikan keterangan pers di ruang media center Muswil Muhammadiyah Sulsel ke-40 di Kantor Gabungan Dinas Pemda Enrekang, Sabtu 4 Maret 2023.

LITERASI-ONLINE.COM, ENREKANG - Musyawarah Wilayah Ke-40 Muhammadiyah Sulsel yang berlangsung Jumat - Ahad, 3-5 Maret 2023, di Kabupaten Enrekang telah mengesahkan 33 program kerja untuk periode 2022-2027.

Dari 33 program kerja hasil Musywil Ke-40 Muhammadiyah Sulsel ini, telah menjadi amanah bagi anggota Pimpinan Wilayah Muhamadiyah (PWM) Sulsel Periode 2022-2027.

Program kerja yang disahkan ini dibagi menjadi dua,  yakni program umum terdiri dari 12 program kerja dan ini lebih banyak yang menjadi kewenangan pimpinan.

Kemudian Program Majelis dan Lembaga yang terdiri dari 21 program kerja. Program ini pelaksana teknisnya adalah Majelis dan Lembaga.

Hal ini disampaikan Dr H Mustari Bosrah, Anggota PWM Sulsel, dalam keterangan persnya di ruang media center Muswil ke-40 di Kantor Gabungan Dinas Pemda Enrekang, Sabtu 4 Maret 2023.

Diakatakan Mustari Bosrah, dari 33 program kerja PWM Sulsel yang ditetapkan ini terdapat tiga program baru di program Majelis dan Lembaga, yakni Bidang Pengembangan Pondok Pesantren, Bidang Dakwah Khusus, serta terakhir Bidang Pemeriksa Halal dan Kajian Halalan Thoyyiban.

Sementara Prof Gagaring Pagalung, anggota PWM Sulsel yang dalam sidang komisi telah mendampingi Komisi III yang membahas Risalah Islam Berkemajuan dan Rekomendasi.

Prof Gagaring Pagalung  dalam keterangan persnya yang juga disampaikan di media center Musywil Ke-40 PWM Sulsel, menjelaskan Islam Berkemajuan dikembangkan  atas dasar keyakinan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kemajuan dalam semua aspek kehidupan.

Warga Muhammadiyah juga memikul tanggungjawab untuk mendakwahkan konsep dasar Islam berkemajuan agar menjadi kesadaran bagi umat Muslim untuk meraih keunggulan.

Dikatakan, Komisi III telah mengeluarkan 8 rekomendasi. Pertama, penyusunan model penyebaran dan pembinaan keagamaan yang holistik.

Kedua, penyusunan pedoman keislamam hasil Tarjih. Ketiga, mengembangkan sistem dan strategi manajemen pendidikan tinggi Muhammadiyah yang holistik. 


Baca juga