Prof.Dr.Marzuki DEA memberi penilaian atas perkembangan ekonomi Kabupaten Maros pada momen 2 tahun Chaidir Syam dan Suhartina Bohari memimpin Kabupaten Maros.

LITERASI-ONLINE.COM, MAROS - Pakar  Ekonomi Prof. Dr. Marzuki DEA menilai, perkembangan perekonomian Kabupaten Maros memang unik dan fantastis, karena hanya dalam hitungan waktu pendek bisa bangkit cepat, kendatipun masa krisis belum berakhir. 

Marzuki DEA melihat bahwa masalah mulai terasa saat perekonomian seluruh dunia didera pandemi Covid 19 dan dampaknya pada perekonomian Kabupaten Maros mulai terasa pada 2019. 

Hal ini tercermin dengan anjloknya pertumbuhan ekonomi hingga hanya tumbuh dalam kisaran satu persen lebih.  

Menurut Marzuki DEA, saat memasuki puncak Pandemi pada 2020 dan 2021, bisa dikatakan perekonomian Maros terpukul keras, tercermin dari pertumbuhan ekonominya menyentuh tingkat terendah selama ini, minus dua digit lebih. 

Namun syukur, saat Pandemi mereda, mulai di penghujung tahun 2021, pemulihan ekonomi Maros mulai menggeliat secara signifIkan dan berkelanjutan hingga akhir tahun 2022. 

"Syukur alhamdulillah pertumbuhan ekonomi Maros mampu mencapai tingkat tertinggi kedua di Sulsel, bahkan melampaui Sulsel dan Nasional, dalam kisaran mendekati dua digit," kata Marzuki DEA kepada Tokoh Literasi, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK), Jumat malam, 3 Maret 2023 di Makassar. 

Nah, apa komentar Marzuki DEA tentang pernyataan Kepala BPS Kabupaten Maros, Guruh Wahyu Martopo, bahwa pertumbuhan ekonomi Maros pada 2022 meningkat, karena lapangan usaha transportasi dan pergudangan meningkat tajam di angka 33, 42 % dengan laju pertumbuhan ekonomi Maros meningkat hingga di angka 9,13%? 

Marzuki DEA mengakui kalau hal ini baru terjadi dan sangat signifikan pergerakannya. 

Lebih jauh, Guru Besar Fakultas Ekonomi Unhas ini, menegaskan kalau hal ini ini terjadi dimungkinkan karena mobilitas penduduk sudah kembali bangkit, sehingga mobilitas pergerakan pelaku ekonomi meningkat. 

Dampaknya tercermin dari peran sektor transportasi kembali menjadi penopang utama pertumbuhan perekonomian Maros. 


Baca juga