Forum Penggerak Perpustakaan dan Penerima NJDP Perpustakaan Nasional RI menggelar Diskusi Nasional Putaran Kedua, Minggu (26/2/2023) sore Wita melalui zoom meeting.

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Forum Penggerak Perpustakaan dan Penerima NJDP Perpustakaan Nasional RI menggelar Diskusi Nasional Putaran Kedua, Minggu (26/2/2023) sore Wita. 

Pembicara pada diskusi yang berlangsung melalui zoom meeting ini adalah Prof. Agus Trianto (akademisi), Bambang Prakoso (Founder Baca Cepat Alfateta), Sry Eka Handayani (pegiat literasi Sumatera Barat), dan Supratman (aktivis pendidikan). 

Sebagai promotor dan host Bachtiar Adnan Kusuma (tokoh penerima NJDP dan Deklarator GURUBERMUTU Indonesia).

Diskusi dengan tema "Bedah Baca Kilat & Peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat" ini berlangsung seru, sebab peserta antusias merespon paparan para narasumber.

Peserta diskusi ini terdiri atas sejumlah doktor, Pustakawan, Pegiat Literasi, Penulis, Kepala Desa dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Pulau Jawa termasuk dari DKI Jakarta.

Terdapat beberapa poin penting yang mengemuka pada diskusi ini. 

Antara lain, peserta diskusi zoom berharap Perpustakaan Nasional RI memberikan perhatian dan melibatkan tokoh literasi dan penerima NJDP dalam kegiatan nasional perpustakaan di wilayah masing-masing

Selain itu, peserta diskusi sepakat mendorong pemerintah pusat mempercepat lahirnya wajib baca kepada masyarakat.

Menurut para pembicara dan peserta diskusi, membangun daya baca haruslah menjadi gerakan kolosal, gerakan memassal dari setiap keluarga, masyarakat dan satuan pendidikan.

Baca: Dibuka Beasiswa S2 Dalam dan Luar Negeri Kementerian Kominfo 2023, Ini Cara Daftar

Karena itu, perlu kolaborasi berbagai elemen atau pemangku kepentingan untuk membangun daya baca.

Kesimpulan lainnya pada diskusi yang berlangsung hangat ini, menggerakan ekosistem budaya baca haruslah menjadi gerakan sinergi dan kolaboratif.

Pada bagian lain diskusi ini, pembicara dan peserta dikusi sepakat untuk melakukan kerjasama bersama mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat. (*)



Baca juga