LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Program Pascasarjana (PPs) Program Studi Pendidikan Vokasi Keteknikan (PVKT) Universitas Negeri Makassar (UNM), kembali melahirkan seorang Doktor, setelah Bambang Driyono, SSiT, ST, MM, mampu mempertahankan disertasinya dan memeroleh nilai Cum Laude pada ujian promosi, di Aula PPs Gedung AD lantai 5 UNM, Jl Bonto Langkasa, Jumat (17/02/2023).
Mengusung judul 'Pengembangan Model Pembelajaran Work Based Learning (WBL) untuk Meningkatkan Keterampilan Pengukuran Listrik. Universitas Negeri Makassar', Bambang Driyono berhasil memaparkan dengan lantang terkait temuannya di hadapan para promotor dan penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, MTP,IPU, ASEAN Eng selaku Promotor dan Ketua Sidang, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Yahya, MKes, MEng,IPU, ASEAN Eng selaku Kopromotor dan Sekretaris Sidang, Prof. Dr. H. Hamsu Abdul Gani, MPd selaku Penguji Internal.Prof. Dr. Purnamawati, MPd selaku Penguji Internal, Dr. Supriadi, MT selaku Penguji Internal dan Prof. Dr. Ir. H. M. Saleh Pallu, MEng selaku Penguji Eksternal.Pada kegiatan ujian yang dihadiri Direktur Poltekbang yang diwakili Wakil Direktur II, Julfansyah Margolan, ST, MM, Generasi Manager Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Wahyudi, Generasi Manager AIRNAV, dosen dan staf Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar, mahasiswa PPs UNM, kerabat dan keluarga, Bambang mengawali pembahasan tentang Poltekbang Makassar.Disampaikan, Poltekbang Makassar merupakan pendidikan vokasi kedinasan yang memiliki visi menjadi Politeknik yang unggul, berkarakter dan akuntabel dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) penerbangan yang kompeten, profesional dan berdaya saing global. Melalui kurikulum sistem pendidikannya, bercita-cita melahirkan lulusan yang kompeten di bidang transportasi penerbangan yang berkelanjutan. "Di Poltekbang Makassar, kurikulum pembelajaran yakni 30% teori dan 70% praktik. Dimana, pembelajarannya mampu membentuk aspek psikomotorik taruna yang difokuskan pada penguasaan keterampilan praktik di tempat kerja, salah satunya dengan pembelajaran praktik On Job Training (OJT) atau magang," jelasnya."Namun kenyataannya, pada kegiatan magang taruna di bandara, masih mengalami banyak kendala dalam melakukan pekerjaan, seperti kendala dalam melakukan pengukuran tegangan SOFL menggunakan multimeter analog, mengukur peralatan bantu pendaratan pada pengukuran arus CT CCR dan pengukuran tegangan baterai UPS," terangnya.Untuk itu, menurut Bambang tujuan dari penelitiannya adalah (1) Menentukan faktor-faktor yang dibutuhkan pengembangan model pembelajaran WBL, (2) Mengembangkan langkah model pembelajaran WBL yang teruji.(3) Respon Taruna TBU terhadap model pembelajaran WBL dan (4) Mengembangkan model pembelajaran WBL yang efektif dan praktis. Untuk teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Pendekatan penelitian adalah penelitian pengembangan (R&D) dengan konsep teori Thiagarajan 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Selanjutnya, data tersebut dianalisis dengan perhitungan statistik deskriptif, kualitatif dan inferensial.
Adapun hasil penelitian, kata Bambang, berupa produk model WBL praktik pengukuran listrik Taruna TBU bersifat layak, yang mencakup (1) Penentuan RPS dengan CPMK dan sub CPMK yang selaras dengan kompetensi di tempat kerja, modul praktik dengan uraian job praktik diuraikan dalam alur pekerjaan, identitas profesional aspek pengetahuan pribadi dalam kompetensi metakognitif, dan lingkungan kerja sesuai dengan suasana dan peralatan seperti yang ada di tempat kerja didukung pembimbing praktisi.
Baca: Beasiswa DSA 2023 untuk Siswa dan Mahasiswa, Rp 3,6 Juta Per Semester, Tak Ada Syarat Nilai Rapor/IPKSelanjutnya, (2) Melalui identifikasi permasahan dan analisis kebutuhan, merumuskan kebutuhan model, desain instrumen dan desain perangkat pembelajaran, validasi instrumen, uji coba produk, perbaikan produk, dan produk akhir, (3) Respon Taruna terhadap pembelajaran WBL adalah positip.
(4) Hasil belajar melalui uji pos tes metode Intact Group Comparison, kelas eksperimen TBU IX model WBL sebesar 73.5% masuk kategori efektif dalam meningkatkan keterampilan pengukuran listrik dan angket kepraktisan model WBL, secara keseluruhan jawaban pada indikator kuisioner masuk dalam kategori praktis.