LITERASI-ONLINE.COM, TURKI - Kepala Bantuan PBB Martin Griffiths memperkirakan, jumlah korban tewas karena gempa yang mengguncang Turki dan Suriah, Senin (6/2/2023) lalu, bisa mencapai 50.000 jiwa.
Angka itu dua kali lipat dibandingkan jumlah korban tewas sebanyak 28.000 orang yang dirilis sebelumnya. Martin Griffiths tiba di Kahramanmaras, kota di Turki selatan yang menjadi pusat gempa bermagnitudo 7,8."Saya pikir sulit memperkirakan dengan tepat, karena kita perlu menjangkau bawah reruntuhan. Namun, saya yakin jumlahnya akan berlipat ganda atau lebih," ungkap Griffiths seperti diberitakan AFP, Minggu (12/2/2023). Ia menambahkan, pihak PBB belum bisa melansir angka yang betul-betul akurat. Alasannya, pencarian korban masih terus berlanjut. Hingga sepekan setelah musibah gempa bumi ini, otoritas pada dua negara menyampaikan, sebanyak 24.617 orang tewas di Turki dan 3.574 di Suriah. Artinya, total korban tewas yang dikonfirmasi sekarang mencapai 28.191 orang. Saat ini, puluhan ribu aparat pemerintah dan relawan masih terus melanjutkan upaya pencarian di tengah cuaca dingin.Pejabat PBB menyampaikan, setidaknya 870.000 orang sangat membutuhkan bantuan makanan panas di seluruh Turki dan Suriah. Sedikitnya 5,3 juta orang diperkirakan kehilangan tempat tinggal di Suriah. Dalam keterangan terpisah, pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, hampir 26 juta orang terkena dampak gempa Turki dan Suriah. (*)