Suasana resepsi Milad Ke-2 Pesmadina Unismuh Makassar, Rabu 1 Februari 2023..

Dikatakan, seorang kader, memiliki jiwa spiritual yang kuat, mampu menjaga sikap dan kesabarannya. 

Mereka yang berjiwa spritual kuat  selalu  mau menyempurnakan sesuatu yang ada sekalipun dirinya sendiri belum sempurna.

Sebelum sambutan rektor, sepatah kata dari Ketua Konsorsium Pesmadina Unismuh, Sitti Chaerani Djaya, M.Pd, mengucapkan banyak terima kasih kepada pimpinan universitas, para pembina, para ustadz dan seluruh tim konsorsium atas perhatiannya sehingga kegiatan resepsi Milad Ke-2 Pesmadina Unismuh dapat terselenggara dengan baik.

Wakil Ketua Aslama PTMA ini juga merasa optimis dengan bergabungnya beberapa ustadz di dalam pembinaan, Pesmadina bisa menjadi Center of Excellence.

Dia juga berharap untuk pembinaan Pesmadina yang lebih baik kedepan tetap mendapatkan  masukan dari berbagai pihak, khususnya pimpinan.

Dia juga menyebutkan berbagai lomba dilaksanakan menyambut milad ke-2 Pesmadina. Diantaranya lomba kaligrafi, lomba nasyid, lomba esai, lomba ceramah, lomba tenis meja, lomba daily story dan lomba kebersihan kamar putra dan putri.

Wakil Rektor IV Dr KH Mawardi Pewangi dalam sambutannya mengatakan, sekarang ini bukan lagi Pesantren Mahasiswa KH Djamaluddin Amien, tetapi pesantren mahasiswa menuju Madina.

Wakil Ketua PWM Sulsel ini berharap, kader Pesmadina Unismuh sebagai Center of Excellence dapat mengantar mahasiswa lebih banyak lagi sampai ke Madina dan negara timur tengah lainnya.

"Sudah ada mahasiswa binaan Pesmadina yang lolos ke Madina, karena itu berharap kedepan lebih banyak lagi yang bisa tembus Madina," doa Mawardi.

Mawardi Pewangi berharap tim konsorsium Pesmadina dapat mempersiapkan lebih banyak mahasiswa bisa ke Madina. 

"Sekarang ini negara Timur Tengah membutuhkam banyak tenaga kerja, khususnya tenaga kesehatan, ini kesempatan baik bagi Unismuh," ujar Mawardi Pewangi. 

Menyinggung tentang pemahaman agama, dikatakan agama tidak sekadar diyakini tetapi diamalkan, dipraktekkan dan ini belum cukup menjadi karakter.

Mawardi mencontohkan kita pahami salat, kita amalkan tapi belum menjadi karakter karena belum disiplin waktu, belum disiplin dalam beraktivitas seperti waktu salat, ambil air wudhu semua itu ada ketentuannya, ujar Mawardi.

Wakil Rektor IV ini juga berharap pengembangan nilai-nilai keIslaman dapat menjadi karakter  pembinaan di pesantren. (*)


Baca juga