Seperti Duta Pemilu atau Relawan Demokrasi; Sekolah atau Kelas Politik; KPU Goes to Campus ataupun terlibat langsung sebagai penyelenggara pemilu. “KPU memberi perhatian khusus kepada pemilih muda. Seperti yang sering disampaikan oleh Ketua KPU RI, bahwa penting anak muda untuk terlibat aktif dalam pemilu, misalnya menjadi penyelenggara pemilu di daerah masing-masing,” jelas Denny Siallagan. Menanggapi hal tersebut, Dr. Gustiana A. Kambo dari Universitas Hasanuddin menjelaskan, jika berbicara mengenai partisipasi politik anak muda, maka penting untuk melihat partisipasi anak muda secara utuh, bukan hanya datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Di akhir diskusi, Adinda Tenriangke Muchtar menutup dengan bijak bahwa demokrasi harus berisik dan menjadi masyarakat yang cerdas. Sedangkan Gustiana A. Kambo mengakhiri diskusi dengan mengatakan bahwa kita harus optimistis keberadaan anak muda dalam politik justru semakin menyehatkan demokrasi kita.Diskusi ini dihadiri oleh 70 orang di zoom yang terdiri dari mahasiswa, aktivis pemantau Pemilu, dosen dan organisasi penyelenggara Pemilu di Sulawesi Selatan. (*)