Anwar Ibrahim
Anwar Ibrahim bebas setelah koalisi Pakatan Harapan yang dipimpinnya menang mengejutkan pada Pemilu Malaysia, Mei 2018. Sesuai kesepakatan politik dengan Mahathir Mohamad, Anwar Ibrahim seharusnya menggantikan Mahathir setelah dua tahun.Namun, pemerintahan koalisi Pakatan Harapan kandas pada Februari 2020. Alhasil, Anwar Ibrahim kembali jadi pemimpin oposisi.Kelahiran PenangSeperti dikutip Britannica, Anwar Ibrahim lahir di Penang, Malaysia pada 10 Agustus 1947. Pria ini memulai karier politiknya sejak mahasiswa pada akhir 1960-an di Universitas Malaya di Kota Kuala Lumpur. Saat itu, dia menjadi pemimpin mahasiswa Islam. Tahun 1971, Anwar Ibrahim mendirikan Gerakan Pemuda Muslim Malaysia dan menjabat sebagai presidennya. Ketika itu, Anwar Ibrahim sering berseberangan dengan koalisi Front Nasional (Barisan Nasional atau BN) yang berkuasa dan komponennya yang paling kuat, United Malays National Organization (UMNO). Tetapi tahun 1982, Anwar Ibrahim justru menerima "tawaran" dari perdana menteri saat itu Mahathir Mohamad untuk bergabung dengan UMNO dan pemerintahannya. Sejak saat itu, karier politik Anwar Ibrahim melesat dan menduduki sejumlah jabatan penting. Antara lain, pernah menjabat menteri kebudayaan, pemuda, dan olahraga (1983), menteri pertanian (1984), dan menteri pendidikan (1986–91). Menjadi menteri keuangan (1991–98) dan wakil perdana menteri (1993–98). Saat menjadi wakil perdana menteri Malaysia, kariernya sempat terhenti karena tuduhan kasus korupsi tahun 1999, sehingga dipenjara enam tahun. Ia masuk penjara lagi tahun 2015 karena tuduhan kasus sodomi. Setelah bebas tahun 2018, Anwar Ibrahim kembali ke kancah politik hingga sekarang. (*)
Baca juga