Muhyiddin Yassin dan Anwar Ibrahim

LITERASI-ONLINE.COM, MALAYSIA - Warga Malaysia sudah menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu Malaysia 2022 untuk perebutan kursi parlemen, Sabtu (19/11/2022).

Hasilnya, dari empat koalisi yang bersaing, tidak ada pemenang mayoritas. Meski begitu, Perdana Menteri (PM) Malaysia saat ini, Ismail Sabri dipastikan lengser.

Pasalnya, koalisi berkuasa Barisan Nasional yang mendukung Ismail Sabri kalah telak.

Begitu juga politisi senior Mahathir Mohammad (97 tahun) dipastikan gagal untuk kembali "berkuasa".

Mahathir Mohammad gagal mempertahankan kursi parlemennya di Langkawi. Kursi itu dimenangkan Mohd Suhaimi Abdullah, kandidat dari aliansi Perikatan Nasional yang dipimpin Muhyiddin Yassin. Ini kekalahan pertama Mahathir dalam karier politiknya sejak 1969.

Kini tersisa dua kandidat yang akan bersaing menjadi PM baru Malasyia, yakni pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dan mantan PM Malaysia, Muhyiddin Yassin.

Saat ini, Anwar Ibrahim dan Muhyiddin berpacu dengan waktu untuk mencapai angka mayoritas 112 kursi Dewan Rakyat atau parlemen.

Koalisi Pakatan Harapan yang dipimpin Anwar Ibrahim dan koalisi Perikatan Nasional yang dipimpin Muhyiddin, menempati urutan pertama dan kedua perolehan kursi.

Koalisi Pakatan Harapan meraih 82 kursi dan Perikatan Nasional memeroleh 73 kursi. 

Untuk mencapai mayoritas 112 kursi di parlemen dan menjadi pemenang pemilu, maka Pakatan Harapan maupun Perikatan Nasional butuh koalisi lagi dengan partai regional.


Baca juga