LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Lasharan Jaya Makassar menggelar Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Sarjana S1 yang ke-17, di Aula Lasharan Garden, Kota Makassar, Sabtu 19 November 2022.
Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dipimpin Ketua Senat Dr Hernita,SE, MM yang sekaligus Ketua STIM Lasharan Jaya Makassar.Hadir dalam acara wisuda Kepala LLDIKTI IX Sultanbatara, Drs H Andi Lukman, M.Si. Hadir juga Ketua Yayasan Lasharan Jaya, Hj Andi Nurlela, orang tua wisudawan dan undangan lainnya.Wisuda ke-17 juga diisi orasi ilmiah oleh Kombes (Pol) Dr H. Muh. Arsal Sahban, SH, Suk, MM, MK membawakan materi tentang kepemimpinan yang melayani, bukan dilayani.Dalam momentum wisuda ini, tiga alumni sarjana manajemen mendapat penghargaan sebagai alumni terbaik, yakni Muh. Jusman, SM (IPK 3,93), Nur Husnah, SM (IPK 3, 84) dan Karmila, SM (IPK 3,83). Ketiganya menempuh pendidikan selama 4 tahun.Kepala LLDIKTI Wil.IX Sultanbatara, Drs H Andi Lukman M.Si, mengatakan, pelaksanaan wisuda ke-17 STIM Lasharan Jaya Makassar telah menunjukkan bahwa pelaksnaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni proses belajar, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat telah berjalan dengan baik.Andi Lukman mengakui, mengelola perguruan tinggi sekarang ini sangat berat, karena itu perguruan tinggi diminta untuk selalu mempersiapkan diri. Terutama SDM agar bisa menghadapi tantangan yang tidak menentu ini. Terkait kebijakan pemerintah tentang merdeka belajar kampus merdeka (MBKM), mahasiswa tidak lagi selalu belajar di dalam kampus. Namun, mahasiswa bisa belajar di luar kampus. "Mahasiswa sekarang ini tidak hanya dituntut untuk memiliki pengetahuan akademik yang tinggi, tetapi juga punya keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja," jelasnya.Andi Lukma mengatakan, dalam setiap kesempatan selalu menekankan kepada pengelola perguruan tinggi mengurangi teori di kampus tetapi mahasiswa harus banyak keluar kampus untuk belajar.
Baca: 13 BUMN Buka Peluang Magang untuk Mahasiswa/Lulusan S2-S3, Dapat Uang Saku, Ini InfonyaSelama ini, sebut Andi Lukman, perguruan tinggi hanya bisa mencetak banyak sarjana tetapi minim keterampilan sehingga lahir sarjana-sarjana pengangguran.
"Sekarang ini dunia usaha butuh tenaga-tenaga yang memiliki keterampilan," ujar Andi Lukman.