Adnan Oktar alias Harun Yahya
Modusnya, para pria itu memacari gadis atau wanita muda yang jadi target. Mereka diiming-imingi kehidupan mewah.Namun, faktanya gadis-gadis cantik itu menjadi korban pelecehan. Korban kemudian diperas dan diancam, dengan dalih hubungan intim mereka direkam dalam video. Para wanita cantik inilah yang berada di sekeliling Harun Yahya. Mereka terjebak dan sulit melarikan diri. "Harun Yahya dan pengikutnya juga mencuci otak wanita-wanita itu dengan dalih ajaran agama," jelas jaksa dalam dakwaannya. Mulai Populer 1980 Adnan Oktar mulai terkenal tahun 1980-an sebagai memimpin sebuah kelompok relijius kecil di Universitas Istanbul, Turkiye. Dengan dalih agama, Adnan Oktar berusaha merekrut para pemuda yang kaya dan orangtuanya berpengaruh di Kota Istanbul.Namanya makin melejit setelah Adnan Oktar aktif mengampanyekan sentiman anti Yahudi, anti Freemason, anti Komunis, dan berbagai teori konspirasi lainnya.Ia menungkan pokok-pokok pikirannya dalam sebuah buku setebal 550 halaman berjudul Judaism and Freemasonry. Buku yang terbit tahun 1987 ini berisi pendapat Adnan Oktar yang menyebut Yahudi dan Freemason sudah berhasil menyusup ke institusi negara Turki, dan berupaya untuk mendegradasi moral, spiritualitas, dan relijiusitas warga Turkiye.Buku ini laris-manis. Namun, tidak lama berselang, ia ditangkap dan dipenjara 19 bulan karena tuduhan mengampanyekan revolusi.Selama menjalani tahanan 19 bulan, Adnan Oktar sempat dirawat beberapa bulan di rumah sakit jiwa karena didiagnosis mengidap gangguan kepribadian obsesif-kompulsif dan skizofrenia.Setelah keluar dari penjara, ia terus berjuang mengembangkan kelompok binaannya. Hingga akhirnya ditangkap lagi dan divonis ribuan tahun penjara. Namun, dalam persidangan, Adnan Oktar membantah semua dakwaan jaksa, termasuk pelecehan seksual pada gadis-gadis yang mengelilinginya.Menurutnya, ia hanya memiliki cinta yang melimpah pada wanita-wanita cantik. Selain karena pendapatnya soal politik dan agama, Adnan Oktar juga populer karena menentang teori evolusi Darwin. Ia membantah teori evolusi Darwin melalui bukunya yang berjudul The Atlas of Creation. (*)
Baca juga