Rahyuddin JS, S.Pd, M.Pd, Ph.D

"Itu dulu pengalaman saya pada zaman awal  menjadi tutor di UT,"  kisah Rahyuddin 

Pengalaman menjadi tutor selama ini di UT, punya alasan mengapa betah mengajar hingga puluhan tahun di UT hingga sekarang. 

Rahyuddin bertahan karena banyak mengambil pelajaran di UT dalam proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah tempatnya dulu mengajar, sebelum beralih status jadi dosen.

"Dalam mengajar di SMA maupun saat ini sebagai dosen UNM dib idang mata kuliah olahraga, banyak meniru model pembelajaran di UT dan ini sangat membantu dalam mengajar," ujarnya. 

Rahyuddin yang lulusan S3 Universitas Teknologi Malaysia 2013, mengakui bahwa proses pembelajaran di luar negeri, lebih khusus di Malaysia, sama dengan proses pembelajaran di UT," ujarnya.

Dari pengalaman memberi pembimbingan mahasiswa UT, baik secara tatap muka maupun pendidikan jarak jauh (online), ia merasakan pembelajaran jarak jauh di UT merupakan yang terbaik di Indonesia.

"UT yang menyelenggarakan proses pendidikan jarak jauh adalah yang terbaik di Indonesia. Maka pantaslah banyak perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Indonesia belajar sistem PJJ di UT," tambah Rahyuddin.

Mantan guru SMA Andalan Malino ini  jujur mengatakan, jika ada perguruan tinggi negeri yang menyelenggarakan pendidikan jarak jauh maka harus soko gurunya adalah UT. 

Karateka Dan 5 ini mengaku bangga sebagai tutor di UT,  karena seluruh proses layanan belajar jarak jauh berjalan sesuai dengan standar ISO 9001.

Karenanya dalam setiap mengajar kepada mahasiswa, ia memberikan banyak motivasi dan support bahwa pilihan mereka masuk di UT sudah tepat.

Menganggap UT adalah perguruan tinggi unggul di bidang pembelajaran jarak jauh, terbukti di masa Covid -19, terdapat sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta mengambil mata kuliah daring di UT.

Khususnya mata kuliah MKDU seperti mata kuliah Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia,  Kewarganegaraan dan lainnya.

Sebagai PTN yang sudah menyelenggarakan proses pembelajaran sesuai standar ISO 9001 buku atau modul yang dibagikan adalah guru kita. 

"Dosen tutor maupun mahasiswa menjadikan modul sebagai guru, jika ada yang tidak diketahui maka modul bisa menjadi guru kita," sebut Rahyuddin.

Baca: Beasiswa Creativa untuk Siswa SMA/SMK/MA dan Mahasiswa D3 Hingga S2, Ini Info Lengkapnya

Rahyuddin juga berharap ke UT sebagai tutor bisa mengetahui prestasi mahasiswa yang mereka ajar.

"Jika mahasiswa yang kita ajar kita ketahui prestasinya, maka bisa menjadi masukan bagi tutor dalam melakukan proses pembelajaran yang lebih baik," kuncinya. (*)


Baca juga