Joe Biden dan Donald Trump

LITERASI-ONLINE.COM, AMERIKA - Hari Selasa (8/11/2022) waktu setempat merupakan hari terakhir bagi warga Amerika Serikat (AS) memberikan suara mereka pada pemilu paruh waktu AS 2022.

Hasil pemilu paruh waktu ini antara lain akan menentukan siapa peraih suara mayoritas di DPR dan  senat, antara Partai Demokrat dan Partai Republik.

Mengutip VOA, saat ini, Partai Demokrat memegang mayoritas tipis di kongres. Demokrat merupakan partai pendukung Presiden AS, Joe Biden. 

Namun, bukan mustahil Partai Republik yang akan meraih suara mayoritas dan menguasai kongres. 

Jika ini terjadi, maka Joe Biden akan kesulitan menjalankan agenda pemerintahannya pada sisa dua tahun masa jabatannya.

Sekaligus membuka peluang Donald Trump yang didukung Partai Republik, kembali maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2024 nanti.  

Partai Demokrat yakin, meski warga sedang kesulitan karena dampak ekonomi global, namun mereka akan antusias menyalurkan suaranya. 

Menariknya, pada pemilu paruh waktu ini, warga keturuan Asia disebut-sebut akan ikut jadi penentu nasib Partai Demokrat atau Republik.

Pasalnya, jumlah warga Asia-Amerika tumbuh sebesar 39% pada tahun 2010 dan 2020, sehingga mereka memiliki jumlah suara yang signifikan.

Kandidat Partai Demokrat dan Republik sama-sama sudah gencar melakukan kampanye agar terpilih masuk parlemen. 

Untuk merebut hati calon pemilih, beberapa kandidat Partai Republik kembali mengungkap klaim kecurangan Pemilu 2020 yang membuat Donald Trump kalah. 


Baca juga