Ketika PM Boris Johnson menyatakan diri mundur, Liz Truss mengikuti persaingan untuk menduduki jabatan perdana menteri.Hasilnya, Liz Truss memenangkan persaingan untuk menggantikan Boris Johnson dengan raihan 57,4 persen suara anggota. Mengungguli pesaingnya, Rishi Sunak, yang meraih 42,6 persen. Untuk mengatasi krisis ekonomi global yang juga menghantam Inggris, Liz Truss membuat beberapa kebijakan penting.Antara lain, pemotongan pajak radikal dan pengeluaran tinggi untuk mengekang harga energi. Ia disebut-sebut meniru kebijakan mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher untuk mengatasi masalah ekonomi.
Baca: Lowongan Kerja Kalla Group, Terima Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini InformasinyaNamun, kebijakan Liz Truss tidak membuahkan hasil signifikan. Bahkan terjadi kepanikan pasar, ketika Menteri Keuangan kala itu, Kwasi Kwarteng menyosialisasikan rencana Liz Truss.
Liz Truss kemudian memecat Kwasi Kwarteng sebagai Menteri Keuangan pada Jumat (14/10/2022) dan digantikan Jeremy Hunt. (*)