Prof. Dr. Drs. H. Arifuddin Usman, M.Kes bersama istrinya, Hj. St. Nurasiah Mahmud dan anaknya, Muhammad Al-Siroth Arifuddin, S.Pd, M.Pd dan Muhammad Tauhid Al-Islamy Arifuddin, S.Pd.

LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Setelah melalui  tahapan panjang dalam proses akademik, hari ini Rabu (19/10/2022), mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (Periode 2009-2016) sekaligus mantan Wakil Rektor UNM (Periode 2016-2020), H. Arifuddin Usman akhirnya resmi dikukuhkan menjadi guru besar (Profesor) dalam Bidang Sosiologi Olahraga. 

Dengan demikian, putera asli daerah Balangnipa, Kabupaten Sinjai ini berhak menyandang gelar lengkap, Prof. Dr. Drs. H. Arifuddin Usman, M.Kes. 

“Saya tentu wajib bersyukur karena hari ini dikukuhkan sebagai guru besar Sosiologi Olahraga di Universitas Negeri Makassar. Peristiwa ini merupakan bentuk penghargaan dan nikmat pencapaian sekaligus ujian bagi saya selaku hamba Allah SWT, apakah dengan nikmat  ini saya menjadi hamba yang syakir atau malah menjadi hamba yang kufur nikmat,” ucap Prof. Arifuddin Usman.

Suami dari Hj. St. Nurasiah Mahmud ini akan memaparkan pidato pengukuhan Profesornya di hadapan Rektor UNM, Prof. Dr. Ir. H. Husain Syam, M.TP. IPU, ASEAN Eng, serta seluruh civitas akademika UNM dan para undangan lainnya dengan judul “Pengembangan H. Arif: Bagian Integral dari Pembangunan Karakter Bangsa”.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat terhormat dengan pengukuhan guru besar ini dan saya menyadari bahwa peristiwa ini dapat terjadi hanya karena campur tangan kekuatan Ilahi yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana," katanya. 

"Apalagi ketika saya akan memilih tema pidato tersebut, saya mencoba merenung dan menghitung waktu mundur, berapa lama saya sudah bekerja dan apa yang telah saya sumbangkan untuk UNM tercinta. 32 tahun sudah saya bekerja sebagai dosen dan peneliti di lembaga ini, yaitu pada salah satu universitas terbesar di tanah air dan merupakan salah satu barometer perkembangan akademik di bumi pertiwi,” ujarnya kepada media.

Lebih lanjut dikatakannya, sungguh pun belum memiliki karya apa-apa, tetapi sangat beruntung bisa mengabdi di lembaga UNM. 

Untuk itu, dia sangat berkeinginan memberikan sumbangan kepada almamater tercinta meskipun hanya satu proporsi upaya akademik tanpa arti dengan tema dan kajian kritis yakni Pengembangan H. Arif (Humanisme, Adaptif, Religius, Inovatif, dan fleksibilitas).

“Ini adalah bagian integral dari pembangunan karakter bangsa sebagai salah satu solusi alternatif terkait dengan fenomena perilaku salah satu bagian masyarakat, yaitu komunitas suporter PSM Makassar yang setia mendukung tim kesayangannya baik ketika bermain di kandang sendiri ataupun bermain di kandang lawan," jelasnya. 

Baca: Pendaftaran Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2022 Diperpanjang, untuk Mahasiswa S1, S2 dan S3, Ini Infonya!

"Hal tersebut hadir di hampir seluruh komunitas suporter sepakbola di tanah air dan saya sengaja menjadikan komunitas suporter PSM Makassar sebagai konsep. Karena dilandasi atas dasar kecintaan saya kepada almamater terkait dengan pembangunan karakter bangsa melalui kajian  sosiologi olahraga,” ungkapnya. (*)


TAG: # Arifuddin Usman # Pengukuhan Guru Besar # Profesor