Selain masih kurangnya referensi buku-buku perpustakaan yang ditulis pustakawan, BAK juga menggugat pustakawan menulis buku. Karena itu, BAK menilai apa yang ditulis Hasni Djabir dalam bukunya sekaligus menjawab kurangnya buku-buku tentang perpustakaan yang lahir dari tangan pustakawan.“Saya bangga karena Hasni Djabir seorang pustakawan senior Sulsel yang menulis buku atas dasar pengalaman empiris dan pengalaman sosiologis akademis sebagai pustakawan yang juga aktif di berbagai gerakan membaca dan gerakan menulis di Sulsel," katanya.Menurut Penggerak Akademi Literasi Nasional Ika BKPRMI dan Perpustakaan Nasional ini, buku setebal 131 halaman dengan empat bagian yang ditulis Hasni Djabir, dapat menjadi jalan tol untuk meninjau ulang layanan pustakawan kepada pembaca agar lebih baik lagi.
Baca: 18 Parpol Lolos Verifikasi Administrasi Calon Peserta Pemilu 2024, 6 Partai Gugur, Ini Tahapannya"Landasan filosofis layanan yang baik dan total pustakawan adalah bagaimana menempatkan hati sebagai sumbu utama untuk total memberi layanan prima bagi pembaca," tambah BAK.
Sejumlah pustakawan Sulsel ikut memberi apresiasi atas karya Hasnid Djabir. Diantaranya Syahrir Razak, Kepsek SDN Sudirman IV Sarwinah, S.Pd, M.Pd dan Pegiat Literasi Media, Herman Lilo, S.Sos, M.M. (*)