Sekarang ini sebut Hasanuddin sebanyak 1.625 mahasiswa baru UT yang ada diseluruh kabupaten dan kota di Sulsel telah mengikuti OSMN secara bergiliran. Sebagaian besar mengikuti secara daring dan hanya terbatas mahasiswa yang diundang untuk mengikuti OSMB secara luring.Dikatakan, maba yang mengikuti OSMB sudah resmi bergabung di UT patut berbangga, karena sudah merupakan bagian dari keluarga UT yang saat ini telah memiliki jumlah mahasiswa 400 ribuan lebih. "Universitas Terbuka tidak hanya diakui secara nasionalm tetapi di dunia. Mahasiswa UT selain tersebar di seluruh daerah di Indonesia, juga tersebar di 55 negara di dunia," ujar Hasanuddin.Dikatakan Hasanuddin, ketika Covid-19 melanda Indonesia dan bahkan dunia, hampir seluruh perguruan tinggi mengembangkan pendidikan jarak jauh.Namun UT jauh sebelum kasus Covid-19, telah melaksanakan pendidikan terbuka dan jarak jauh sehingga UT tidak diragukan lagi untuk PJJ dan akan terus melakukan inovasi-inovasi dalam E-learning."Berbicara E-learning bagi UT bukan hal baru, sebab sejak berdirinya tahun 1984 sudah melakukan proses belajar yang menggunakan teknologi internet sehingga dalam proses PJJ UT tidak diragukan lagi," kata Hasanuddin.Terkait nama perguruan tinggi, sebut Hasanuddin, tidak sama dengan perguruan tinggi lainnya yang biasanya menggunakan nama pahlawan,."UT hanya menggunakan nama Terbuka saja, nama ini telah seiring dengan konsep pendidikan terbuka dan jarak jauh," jelasnya.Materi pada hari kedua ini terbilang padat. Ada tujuh materi yang disampaikan kepada mahasiswa baru.
Baca: Lowongan Jadi Dosen Tetap, Terbuka 280 Posisi, Ini Syarat dan Cara DaftarPertama materi yang disampaikan Direktur UPBJJ UT Makassar, Drs Hasanuddin tentang Sistem Pendidikan Tinggi dan Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh UT.
Materi kedua, tentang Empat Pilar Kebangsaan oleh Drs H Syamsuddin Patang, M.Pd, M.H. Materi ketiga, Panduan Belajar di UT dan Menjadi Mahasiswa yang Sukses. (*)